ANALISA PRODUKTIVITAS ALAT BERAT PADA PEKERJAAN TIMBUNAN BADAN JALAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL BALIKPAPAN – SAMARINDA STA 8+865 – 8+925

Main Article Content

Siti Fatimah

Abstract

Proyek konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang hanya satu kali dilaksanakan dan umumnya
berjangka waktu pendek. Dalam pelaksanaan proyek dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya seperti
tanah yang akan diperlukan, termasuk pula dalam proyek pembangunan jalan. Ketersediaan tersebut dapat
mempengaruhi efektifitas dan efisiensi pada pelaksanaan proyek, baik dalam hal biaya maupun waktu
pelaksanaan proyek. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendapatkan nilai produktivitas alat berat , biaya
sewa dan biaya operasional.
Metode yang digunakan dalam pekerjaan timbunan adalah metode analisis yang perhitungannya
memakai 3 (tiga) alternatif dengan memperhitungkan kapasitas produksi, waktu pemakaian alat berat, biaya
operasional, dan jumlah alat yang digunakan.
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai produktivitas, biaya sewa dan biaya operasional alat berat
alternatif 3 (tiga) lebih efisien dan efektif yaitu 3 unit Excavator sebesar 4950 m³/hari dalam waktu 4 hari
dengan biaya sewa alat sebesar Rp.76.464.000,00 dan biaya operasional sebesar Rp.50.736.654,00, 33 unit
Dump Tuck sebesar 4955,28 m³/hari dalam waktu 4 hari dengan biaya sewa alat sebesar Rp.380.160.000,00
dan biaya operasional sebesar Rp.845.151.823,83, 7 unit Bulldozer sebesar 5258,4 m³/hari dalam waktu 4
hari dengan biaya sewa alat sebesar Rp.228.972.800,00 dan biaya operasional sebesar Rp.169.293.831,00,
12 unit Vibration roller sebesar 5578,56 m³/hari dalam waktu 4 hari dengan biaya sewa alat sebesar

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
[1]
S. Fatimah, “ANALISA PRODUKTIVITAS ALAT BERAT PADA PEKERJAAN TIMBUNAN BADAN JALAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL BALIKPAPAN – SAMARINDA STA 8+865 – 8+925”, JUTATEKS, vol. 4, no. 1, pp. 66-71, Jan. 2021.
Section
Articles

References

Afrilia, Triyas, 2018, “Analisa Produktivitas
Alat Berat Pada Proyek Pembangunan Jalan
Tol Balikpapan Samarinda Km 28”.
JUTATEKS, Vol 2, No.1, 94-98.
[2] Dipohusodo, Istimawan.1996. “Manajemen
Proyek & Konstruksi.Kanisius”. Jogjakarta.
[3] Ervianto, Wulfram I. 2002. “Manajemen
Proyek Konstruksi”, Edisi Pertama, Salemba
Empat, Yogyakarta.
[4] Iman Soeharto, Ir. 1997 , “Manajemen
Proyek”, Erlangga, Jakarta,
[5] Rochmanhadi. 1986. “Alat-Alat Berat Dan
Penggunaannya”, Departemen Pekerjaan
Umum, Jakarta.
[6] Rostiyanti, Fatena. 2002. “Alat Berat Untuk
Proyek Konstruksi”. Jakarta: Rineka Cipta.
[7] Rostiyanti, S.F. 2008. “Alat Berat Untuk
Proyek Konstruksi” – Edisi Kedua. Jakarta:
Rineka Cipta.
[8] Suryadharma, H. Dan, Wigroho, H. Y. 1998,
“Alat-Alat Berat”, Universitas Atma Jaya,
Graha Ilmu, Yogyakarta.
[9] Tenriajeng, Tenrisukki Andi. 2003.
“Pemindahan Tanah Mekanis”. Guna Darma.
Jakarta.
[10] _, Peraturan Pemerintah Pekerjaan Umum No
28 (2016). : “Analisa Harga Satuan
Pekerjaan” Indonesia,Jakarta.
[11] _, SNI 2835-2008. (2008). “Tata Cara
Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Tanah
Untuk Konstruksi Bangunan Gedung DanPerumahan”, Jakarta : Badan Standarisasi
Nasional.